HARI-MU: Berderak Di Gandoriah !

Orang Pariaman kini, banyak yang tak menyadari betapa penting dan strategisnya daerah yang mereka diami. Inilah salah satu bandar niaga paling ramai di kawasan Pantai Barat Sumatera sejak berbilang abad, yang disebut beberapa kali oleh Tome Pires (*), seorang penjelajah Portugis, dalam Jurnal penjelajahannya “Suma Oriental” ( a Summa of the East ).

Segera setelah Kerajaan Malaka ditaklukkan Portugis (1511), penguasa Lisabon mengirim Tome Pires ke kawasan tersebut (1512 – 1515) dalam kapasitasnya sebagai seorang “ahli rempah”.

Kontestasi kekuatan di selat Malaka yang dimenangkan oleh Portugis tidaklah serta merta membuat negeri dari semenanjung Iberia itu merasa puas, maka di sinilah peran Tome Pires menjadi penting, dia diutus untuk melintasi dan memetakan kantong-kantong rempah di kawasan Pantai Barat. Karena kepentingan itulah kemudian dia tidak dapat mengabaikan peran strategis Kota Pelabuhan Niaga Pariaman.

Dia merapat di dermaga itu dan mencatatkan kesaksiannya tentang ramainya Bandar Pariaman. Dia melihat manusia dari berbagai negara berinteraksi dan bertransaksi, terutama dalam jual beli komoditas rempah-rempah seperti, lada, pala, getah kemenyam, gaharu, dlsb. Namun, nampaknya keramaian bandar itu didominasi oleh orang-orang dari wilayah Asia Barat (Arab) dan Asia Selatan (India).

Menurut cerita sebagian orang-orang tua di Pariaman, Dermaga niaga itu masih terlihat sisanya hingga akhir tahun 1930-an, sampai akhirnya hilang, seiring dengan dibuatnya pelabuhan “Emmahaven” (Teluk Bayur) oleh pemerintahan Hindia Belanda. Sejak itu,

“Pariaman Tadanga Langang”
“Batabuik Makonyo Rami”

Tetapi sudah berbeda kini,
Pariaman tak lah lengang lagi
Banyak agenda yang membuatnya selalu ramai
Banyak tempat yang menyuguhkan rasa damai.

Apalagi besok, Ahad 09/04/17, ribuan orang akan tumpah ruah di pantai Gandoriah. dalam rangka Hari ber-Muhammadiyyah (HariMu). Umat Berkemajuan dari berbagai pelosok Sumatera Barat akan berkumpul dalam suasana penuh kegembiraan.

Maka biarkanlah, satu hari besok panggung utama pantai Gandoriah akan didominasi oleh kegiatan Muhammadiyah/Aisyiyah….

Kepada semua yang datang, sempatkanlah berdiri lurus menghadap ke laut, persis di lokasi panggung utama itu. Karena memang di lurusan itulah Bandar Niaga Pariaman pernah Jaya. Bayangkanlah seolah-olah kita dilemparkan ke masa lalu, maka akan terlihatlah kesibukan sebuah dermaga, aktifitas bongkar muat dari dan ke kapal. Kapal-kapal yang sudah penuh muatan rempah-rempah segera meninggalkan pelabuhan, melanjutkan pelayaran menjelajah samudera ke Timur maupun ke Barat.

Bayangkan juga, seolah-olah kita melihat seseorang, dengan wajah khas penjelajah, topi lebar ala pelaut, dengan penuh perhatian mencatat semua aktivitas yang terjadi di bandar, sambil sesekali ia berbicara seadanya dengan orang-orang yang berasal dari berbagai bangsa. Tiba-tiba orang itu berjalan pelan ke arah kita, ia tersenyum berat, serta merta ia menyapa, “… Ya, saya Tome Pires…!”
Uppps…! 🙂

Selamat Hari Ber-Muhammadiyyah
Di Pantai Gandoriah

…………
Catatan

(*). Secara keliru Pemko Pariaman menulis “Tomic Pires” pada prasasti di tugu Angkatan Laut Pantai Gandoriah itu. Tapi biasanya, “kekeliruan” seperti itu dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.

Segmen “Tome Pires” ini sesungguhnya dapat menjadi peluang yang sangat baik dalam pengembangan wisata bahari bagi Kota Pariaman. Misalnya Pemko bisa bekerja sama dengan kalangan sejarawan utk membuat diorama penjelajahan Pires, yang petilasannya di Bandar Pariaman dianggap cukup penting, untuk keperluan ini dibutuhkan sebuah museum bahari yang sesungguhnya sangat layak dimiliki oleh sebuah kota kecil dengan cerita yang sangat panjang seperti Pariaman.

Bahkan masih dalam kaitan itu, Pemko Pariaman perlu memikirkan gagasan tentang “Twin City” antara Pariaman dengan Lisabon. Gagasan ini tidak mustahil bukan ?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s