Asal Omong Omong Asal

 

Ketika memperkenalkan jargon ” Islam Yes, Partai Islam No” pada awal 1970-an, Nurcholish Madjid bukan ingin menegaskan bahwa ia anti Partai Islam, tapi ia i ingin memberikan “jalan tengah” terhadap dua kubu.

Kubu pertama adalah para tokoh Islam yang berkeinginan kuat untuk merehabilitasi Masyumi yang dibekukan Soekarno. Sementara kubu kedua adalah rezim Orde Baru di bawah kuasa Soeharto yang tidak mengizinkan Masyumi dihidupkan, gelora politik mesti diakhiri

“Sekarang saatnya membangun, stabilitas harus diciptakan, hiruk pikuk politik harus diredam…!” Kata Soeharto.

Maka Cak Nur tampil dengan solusinya,
“Ya silahkan bungkam Partai berideologi Islam, tapi tidak akan ada yg akan membungkam jika kita ingin menerapkan etika Islam dalam berpolitik. Kita masuk ke ranah yang melintasi dimensi simbolik, yaitu dimensi substansi makna dan sistem etis. Singkat kata, berpolitik adi luhung berbasis etika Islam…” Demikianlah kira2 kata Almarhum Cak Nur….

Saya tiba2 teringat hal ini, ketika orang “paling hebat” di negeri ini telah berfatwa bahwa tidak pada tempatnya mencampur adukkan urusan politik dengan urusan agama.

Tidak ada manfaatnya lagi membicarakan tentang siapa yang ngomong kemaren itu, apa maksudnya, apakah dia punya kompetensi keilmuan atau tidak, apakah dia paham atau tidak dengan apa yang dia omongkan. Karena kalau itu dibahas merentang panjang maka perdebatan tak akan berakhir, biasanya akan berujung pada situasi bully mem-bully…

Bermaksud mendapatkan pencerahan dari buku “A Nation in Waiting” ini, akhirnya bertemulah saya dengan apa yang dicari. Pernyataan KH. Wahab Hasbullah, salah seorang otak pendiri NU. Jangan tanya lagi soal kompetensi, kedalaman ilmu, wibawa keulamaan, Kiyai Wahab itu ada pada “maqam” yang sama dengan dengan Mbah Hasyim Asy’ari….

Itulah yang beliau katakan, seperti dikutip Adam Schwarz:

“Apabila seseorang bisa memisahkan gula dengan manisnya, maka ia akan bisa memisahkan antara agama dengan politik…”

Sekarang,
Mau memegang perkataan KH. Wahab Hasbullah, atau meributkan perkataan Si Nganu itu….?

Demikian
Selamat Pagi, Merdeka !

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s