FIRDAUS KITA

Sekitar tahun 1995 atau 1996 ? Grand Syaikh al-Azhar Kairo Jad al-haq Ali Jad al-Haq mengunjungi Ranah Minang.

Setelah menyampaikan orasi di Padang, rombongan Syaikh lalu bergerak ke Bukittinggi melewati jalur darat. Selepas dari Kayu Tanam hingga kota Bukittinggi, mulut sang Syaikh tak henti-henti berseru, setengah berteriak.

Firdaus !
Firdaus !
Firdaus……!

Beliau merasa melewati kawasan surga Firdaus yang digambarkan dalam al-Qur’an, di mana air mengalir di bawahnya.

Memang demikian, jikalau kita bergerak dari Padang menuju Bukittinggi, mata kita akan dimanjakan oleh pemandangan hamparan sawah yang menyejukkan dan menghadirkan rasa damai, kawasan perbukitan hijau yang membangkitkan inspirasi dan gemericik air yang selalu mengalir dari sungai-sungai di sepanjang kiri kanan jalan

Pantaslah kalau sang Syaikh tanpa ragu berseru Firdaus !
Firdaus !
Firdaus !

Sesampai di Bukittinggi potongan surga lain telah menunggu…..
Ya, Ngarai Sianok….

Bahkan, orang yg lahir dan dibesarkan dalam wilayah itu pun tak pernah bosan mengagumi keindahan sepotong Surga ini.

Buktinya, Buya KH. Prof. Dr. Yunahar Ilyas, Lc. dengan penuh riang dan kebanggaan meng-upload salah satu sudut kampung beliau yang terindah itu, walau sejak kecil sudah menjadi “bancah” tempat bermainnya.
………..

Sumber Foto:

Laman Facebook Buya KH. Prof. Dr. Yunahar Ilyas. Lc.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s