JURNALIS: Jujur Benar Dalam Menulis

Pesan “meme” ini dapat dipastikan mengada-ada, terang-benderang bohongnya dan bahkan “hiperbolik” level Jin Ifrit.

Bagaimana mungkin wajah seorang wartawati sebuah stasiun televisi berubah 1800 derajat setelah mengalami “katanya” pemukulan dalam aksi 112 di mesjid Istiqlal.

Seolah-olah wajah itu seperti adonan kue, yang pada mulanya dicetak simetris dan indah lalu seenaknya dapat diubah menjadi tak jelas bentuknya dan menyiratkan aura penuh duka.

Tapi begitulah strategi “perang opini”. Kebiasaan mem-blow up berita secara tendensius atau “unfairness”, dengan tujuan memojokkan individu atau komunitas tertentu, akan dilawan dengan cara yang tidak jauh berbeda, yaitu mengolok-olok bahkan terkadang “ad hominem”.

Menghormati profesi wartawan dan melindungi mereka saat menjalankan tugas adalah sebuah keniscayaan. Tapi berwarta secara obyektif, adil dan seimbang adalah suatu keniscayaan juga, yang mesti ditunaikan oleh semua “lembaga pemberitaan” dan setiap unsur yang terlibat di dalamnya…

Kalau prinsip-prinsip demikian tidak dijalankan, maka inilah akibatnya “kebeningan” bisa berubah menjadi “keprihatinan”. Sebagaimana berita yang “terang benderang” dapat ditampilkan seperti remang-remang, bahkan penuh kegelapan

#obyektiflah_dalamberwarta

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s