Zaman Yang Terluka. (2)

Terkilas pula suasana menjelang subuh. Pada bangunan lama, di teras paling depan surau itu, ada kulah untuk berwudhuk yang dilindungi sebuah cungkup kubah, di sudut bagian depan cungkup itu digantungkanlah sebuah potongan besi rangka jembatan dengan panjang sekitar setengah meter, kami menyebutnya lonceng. Sebagai pertanda diambang subuh besi itu selalu diguguh oleh seorang sepuh pembina surau dengan batu yang selalu tersedia, bunyinya sangatlah memekakkan telinga, mendengar itu kami segera terbangun dan terbang hambur ke kulah atau ke sumur timba yang ada di samping surau untuk mengambil wudhuk, tak ada yang dapat mempertahankan tidurnya jika lonceng itu sudah di ‘gua’, kalau ada yang bertahan dia dapat dipastikan berpura-pura, biasanya Sang Pembina Surau akan mengambil air secukupnya di kulah dengan telapak tangan, lalu memercikkannya pada orang yang berpura-pura tadi, peristiwa itu bagi kami menjadi sejenis hiburan pagi.

13466121_1059902547390852_3164076178372206863_n

Terkadang saat terbangun subuh itu, kami langsung pergi ke batang air yang berjarak beberapa puluh meter di belakang surau, kamipun menghambur dan mencilam sambil berteriak, karena kata guru kami hal itu akan dapat memperkuat dan memperbagus suara kami saat mengaji. Setelah itu kami baru shalat subuh.

Tapi itu dulu, antara tiga puluh hingga empat puluh tahun lalu. Kini semua sudah hilang, kulah sudah tak ada dan lonceng besi itu pun entah di mana, struktur bangunan surau itu sama sekali sudah berbeda. Bayangan-bayangan itu terasa melintas lepas begitu saja dihadapan saya, ia seperti diorama yang seolah mengatakan, begitulah hidup yang terus bergerak mengikuti takdirnya….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s