Anduang

Kami memanggilnya ‘Anduang’
Pagi ini seperti biasanya, setiap usai shalat subuh, ia menyapu halaman rumahnya dengan sapu lidi tanpa gagang

Usianya memasuki 81 tahun
Tapi tak berkacamata, mungkin krn selalu baca Qur’an setiap usai Subuh, tak sakit2an dan tak mau jadi beban bagi siapapun.

Pagi ini, hari pertama Ramadhan 1437 Hijriyah, kami berbincang sambil menikmati segarnya hawa, dan kilatan embun yang memecah di permukaan dedaunan…

Banyak yang diperbincangkan, krn Anduang adalah Alumni Thawalib Padusunan pra Kemerdekaan, maka setiap buah ucap selalu terasa nyambung

Di ujung perbincangan, orang tua ini kemudian berbicara lirih:

“…. Dalam umua nan panjang ko Sidi, ciek sajo permintaan anduang ka Allah, jan sampai anduang jadi beban bagi siapopun sampai aja manjapuik….”

Mulutnya terlihat bergetar ketika mengucapkan kata2 itu. Harapan itu adalah harapan yang menggambarkan kepribadian besar tentunya, kemandirian, dan kualitas kepribadian yang tinggi…

Usai perbincangan, ia kembali meraih sapu lidi tanpa gagang itu. Dibersihkannya rumpun2 kangkung yg ia tanam sendiri di halaman rumah.

Matahari mulai meninggi, ketika anduang beranjak utk mengakhiri rutinitas cerita pagi,¬†dan embun di permukaan dedaunan tak terlihat lagi…

 

Advertisements

One thought on “Anduang

  1. Sosok anduang adalh sosok yang dapat dijadikan contoh dan inspirasi bagi kita ,, karna di usia ynag begitu sudah sangat tu beliu masaih melakukan aktivitas yang seharusnys bukan dia krjakan , hal yang perlu kita contoh lagi yaitu rasa mengingatkan akan berapa takutnya dia menyusahkan orang lain .

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s