IBU Gandasari WIN Anak Pahlawan

Dibawa sang Ayah merantau jauh Ke negeri Paman Sam
Ketika Jendral Dwight Eisenhower tengah bertahta sebagai Presiden Amerika, tahun 1959 tepatnya

Ketika itu di penghujung usia remajanya
Tentu berat meninggalkan ranah Bundo yang telah mendidiknya
Namun sebagai anak pejuang dia tak pernah ragu menghadapi hidup dengan kondisi apa saja.

Takdir mempertemukan kami
ketika ia pulang untuk memberikan kesaksian tentang ayahnya
dalam sebuah seri kegiatan, termasuk sebuah seminar, di kantor Walikota Pariaman Pada hari Jum’at 8 April 2016 lalu, dalam upaya persiapan pengusulan ayahndanya sebagai Pahlawan Nasional.

Namanya Gandasari, lengkapnya Gandasari Win, Ph.D. “Win” adalah ‘nick name’ suaminya yang berasal dari Myanmar. Dia kini adalah warga negara Amerika Serikat, namun kebesaran nama keluarganya tak pernah lekang dimakan waktu, terutama di Kampung Perak Pariaman, sebuah kawasan di garis pantai Barat dengan kebesaran sejarahnya yang membanggakan.

gandasari 1

Ayahnya itulah, Dahlan Abdullah, Duta besar Indonesia di awal kemerdekaan yang diutus Bung Karno untuk bertugas di wilayah Iraq dan sekitarnya.

Walau baru pertama kali bersua, tapi begitu akrab terasa. Energi dan semangatnya luar biasa, “Sudah tidak muda, 80 tahun” katanya.

Jum’at malam itu saya datang ke rumahnya, disambut kehangatan luar biasa olehnya dan segenap kerabatnya. Berbincang serius namun penuh canda, tentang berbagai hal, tentang studinya di Golden New College California, tentang kediamannya di negara bagian Colorado, tentang profesinya sebagai dosen di USA, tentang ayahndanya, tentang suaminya yang berdiri dalam barisan pembangkang pada kekuasaan Junta Militer bersama Aung San Su Kyi, tentang keluarganya yang juga berdiaspora ke Leiden “Nugaghi Ulando”, dan banyak lagi.

Di akhir bincang saya menawarkan kepadanya untuk berbicara di hadapan mahasiswa saya, menyangkut apa saja tentang Amerika. Di luar dugaan, beliau sangat antusias. Maka pada hari Selasa, tanggal 12 April 2016, berbicaralah dia dengan energi yang melebihi usianya. Orang tua ini luar biasa.

Ketika bertemu di rumah “tuo-nya” Jum’at malam itu, ada dua hal penting yang dia katakan, di antara banyak hal penting lainnya; Pertama, usaha mengungkap perjuangan Dahlan Abdullah tidak akan ada tanpa kerja keras dari seorang Putra daerah Pariaman yang bekerja sebagai dosen di Univ. Leiden Negeri Belanda, yang membongkar arsip2 dan dokumen dalam bentuk apa saja yang banyak tersimpan di negeri Kumpeni itu.

Kedua, Ibu Gandasari mengatakan bahwa profesi Putra Pariaman yang di Leiden itu, persis sama dengan apa yang dijalani oleh ayahndanya Dahlan abdullah dulu, ketika ia berdomisili juga di Belanda pada zamannya. “Namanya Suryadi Sunuri“. Kata Ibu Gandasari.

gandasari 2

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s