TENTANG PERTOLONGAN TUHAN

Ketika masih nyantri dulu, Buya (Guru) kami, disela-sela mmberikan pelajaran, seringkali menyelipkan cerita-cerita hebat yang mengandung ilmu dan hikmah teramat dalam, yang sangat berpengaruh pada pembentukan watak dan cara pandang semua murid-muridnya dalam melakoni kehidupan.

Beliau adalah seorang Pejuang Veteran yang turut mengantarkan negeri ini dalam mencapai kemerdekaannya. Pengalaman semasa memperjuangkan kemerdekaan itu dia ceritakan sedemikian rupa, sehingga kami para muridnya tidak hanya ingat dengan apa yang diceritakan, tapi gaya dia dalam menceritakan itu pun lekat dalam memori kolektif kami

Hari itu, menjelang berakhirnya pelajaran, Buya mulai bercerita tentang sebuah peristiwa di medan tempur yang dia alami sendiri. Kejadiannya semasa Agresi Beland I. Dia bersama 8 orang anggota kesatuannya tengah melakukan perjalanan untuk bergabung ke markas yang terletak di sebuah kawaan perbukitan. Namun tanpa diduga, di sebuah perkampungan, mereka berpapasan dengan konvoi patroli serdadu musuh. Buya dan kawan-kawannya kemudian dengan cepat bergerak mundur mencari tempat perlindungan yang aman. Kontak senjata kemudian tak terhindarkan, Buya dan kawan-kawannya sadar bahwa amunisi yang mereka bawa tidak akan cukup mampu mengimbangi kekuatan pasukan musuh yang di angkut dua buah mobil jeep tempur itu.

Dalam situasi seperti itulah kemudian Buya dan kawan-kawannya tidak punya pilihan lain, mereka sudah bertekad bulat untuk melakukan “Puputan”. Secara serempak mereka meneriakkan takbir, disusul suara rentetan tembakan yang sahut bersahut dari kedua kubu. Tidak cukup 30 menit kemudian, suara-suara tembakan itu berhenti sama sekali. Senyap, hening, Buya dan semua kawannya terkapar tidak begerak di sebuah cerukan tanah dekat areal persawahan kampung itu.

Beberapa saat berlalu, Buya dengan 2 orang teman lainnya seperti baru siuman dari pingsannya, dia merasakan sakit pegal di sekujur tubuhnya, pakaian yang dikenakan penuh compang camping. Kemudian ketiganya sadar bahwa ternyata 5 orang temannya telah gugur, sementara mereka bertiga selamat. Mereka diliputi rasa takjub dan heran, mengapa tubuh mereka tidak bisa ditembus peluru? berbeda dengan 5 teman lainnya? Apa yang sebenarnya terjadi?

“Itulah yang disebut Pertolongan Tuhan!” Kata Buya setengah berteriak, menghentakkan kekaguman kami.

“Buya tidak mempunyai ilmu kebal peluru, tetapi kenapa pada peristiwa puputan tesebut, Buya dan dua teman itu tidak bisa ditembus peluru, berbeda dengan 5 teman yang lain?” Lanjut Buya sambil tersenyum, membuat kumisnya yang sudah memutih itu terlihat bergerak-gerak.

“Demikianlah sifat Pertolongan Tuhan:
Pertama, pertolongan itu hanya akan datang tatkala kita tengah berjuang.
Kedua, Kita tidak pernah diberi informasi bagaimana bentuk pertolongan itu.
Ketiga, pertolongan hanya akan datang ketika ikhtiar telah mencapai puncaknya.
Keempat, jangan dianggap orang yang “belum” mendapat pertolongan itu sebagai orang yang tidak disayangi Tuhan, ada rahasia Ilahi dibalik semua itu.
Kelima, jangan “merasa” hebat dan merasa menjadi orang yang paling dekat dengan Tuhan karena pertolongan-Nya itu. Dan beranggapan orang yang belum ditolong itu akibat dia tidak sholeh dan banyak dosa.
Keenam, harus diyakini benar bahwa ditolong atau tidak ditolong itu sendiri, juga merupakan ujian

Ketujuh, kalian boleh bersiap-siap untuk pulang, besok pelajaran kita dilanjutkan…!”

Kami semua riuh mendengar ‘gurauan’ Buya yang terakhir itu, namun sangat puas dan terinspirasi dengan cerita ‘based on true story’ yang dialami Buya sendiri. Dengan penuh riang, kami semua bergerak bergurau pulang.

Masa-masa ketika itu, memang terasa indah….

‪#‎Harimulia_Berlimpahberkah‬

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s