Tentang Kasus “Siyono”

489224_3Muhammadiyah sesungguhnya sedang menjalankan Tugas Historisnya, yaitu tugas yang menjadi salah satu alasan utama kenapa Muhammadiyah itu ada. Dalam Muhammadiyah tugas itu dilembagakan dalam nomenklatur yang dikenal sebagai Penolong Kesengsaraan Ummat (PKU), konsep itulah yang kemudian bermetamorfosis menjadi Rumah Sakit Muhammadiyah, Panti Asuhan, Panti Sosial, Rumah Singgah dlsb, yang berkecambah di semua pelosok republik ini.

Pembelaan Muhammadiyah pada kasus Siyono, harus dipandang dalam konteks demikian. Sesungguhnya pula, bukankah secara konstitusional, negara diamanahkan untuk dapat secara optimal “MELINDUNGI SEGENAP TUMPAH DARAH INDONESIA” dari segala bentuk penganiayaan, penistaan, diskriminasi, dan perenggutan hak2 privat-nya? Ketika negara sering kali “ABSEN” dalam melaksanakan kewajiban konstitusionalnya itu, maka sebagai “Rumah Ummat”, Muhammadiyah tidak bisa membiarkan, dan harus bergerak dalam rangka memperbaiki dan menyelamatkan keadaan.

Jadi jangan terlalu naif dalam mengambil kesimpulan, bahwa pembelaan Muhammadiyah terhadap kasus Siyono dianggap sebagai sikap Pro-Teroris….
Muhammadiyah itu sudah tua.

Muhammadiyah telah menunaikan tugas sejarah yang tak mungkin diabaikan selama negeri ini masih ada, yaitu MENDIRIKAN Republik ini bersama kekuatan bangsa lainnya, dan Muhammadiyah, dengan penuh kebanggaan, akan tetap berada di garis terdepan untuk mempertahankan agar Negeri Tercinta ini tetap punya martabat dan tetap ada…..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s