APARAT YANG “TERGADAI”

Saya punya seorang sahabat Sinolog ( dia meneliti ttg etnis China di sebuah kawasan, sejak skripsi sampai desertasi ). Penelitian yg dilakukan membawa dia mempunyai link pertemanan yg cukup luas di kalangan orang2 keturunan. Suatu ketika ia sedang berdiskusi serius dg seorang cukong ‘aseng’ di sebuah ruangan rumahnya yg sangat mewah di satu sudut kawasan Jakarta. Tiba2 masuklah seorang perwira polisi berpakaian dinas lengkap berpangkat AKBP (atau Kombes ?), ia mendekati sang cukong sambil membungkukkan badannya, kemudian di hadapan cukong itu ia bersimpuh, meraih tangan si cukung dan menciumnya dengan pelan penuh takdzhim…..

Continue reading “APARAT YANG “TERGADAI””